MGMP IPA SMP Kabupaten Gunungkidul melaksanakan kegiatan Forum Group Discuss (FGD) Guru Mata Pelajaran IPA yang diselenggarakan di SMPN 1 Wonosari Kabupaten Gunungkidul pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 dari jam 09.00 s/d 14.00. Tema FGD kali ini adalah Kesiapan guru IPA dalam mempersiapkan pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru IPA di kabupaten gunungkidul dalam rangka menghadapi dan mempersiapkan guru dalam era saat ini.

Adapun nara sumber kegiatan ini adalah Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd yang merupakan ketua MGMP IPA SMP Kabupaten Gunungkidul yang memiliki pengalaman sebagai Duta Rumah Belajar 2018 yang juga pernah menjadi Juara 1 Guru Berprestasi SMP Tingkat Nasional tahun 2015 dengan materi Pembelajaran berbasis TIK. Pada materi ini disampaikan pentingnya pembelajaran berbasis TIK untuk mempersiapakan siswa dalam era revolusi industri 4.0 serta pemanfaatan Rumah Belajar yang merupakan portal pendidikan yang di create oleh Pustekkom Kementrian pendidikan dengan memanfaatkan beberapa fitur untuk proses pembelajaran IPA. Selain itu juga di sampaikan tentang model Pengembangan keprofesian berkelanjutan dan model-model pelatihan guru di era pendidikan 4.0 salah satunya dengan mendaftar ke simpatik.belajar.kemdikbud.go.id.

Untuk materi kedua pada forum ini adalah diseminasi tentang berbagai model dan metode pembelajaran di Jepang. Yang disampaikan oleh Imam Wicaksono, S.Pd, M.Pd yang memiliki pengalaman belajar di Negeri Jepang dalam program 1000 guru belajar ke Luar Negeri pada tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Materi ini berkaitan tentang strategi model dan metode serta karakteristik pendidikan di Jepang. Jepang sampai saat ini masih konsent dengan Lesson Studi, dan dalam komunitas sering dilaksanakan kegiatan Open Kelas oleh guru mapel. Kegiatan ini untuk meningkatkan proses pembelajaran di kesas dalam berbagai model dan metode yang dirancang oleh guru-guru sesuai dengan problem pembelajaran di dihadapi.