Wabah virus korona 19 yang kita kenal dengan Covid-19 menyebabkan perubahan kebijakan yang demikian cepat oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang sama-sama berjuang untuk memutus mata rantai inveksi covid-19. Salah satu peraturan pemerintah yang di sampaikan oleh Presiden RI adalah pembelajaran dirumah, bekerja dirumah dan ibadah di rumah hal ini merupakan salah satu kebijakan yang diperlukan oleh WHO yaitu jarak pendidikan atau jarak sosial.

Hal inipun juga disampaian oleh Mas Mentri Pendidikan RI Mas Nadien Makarim dan jajarannya karena memerlukan distribusi Covid 19 yang semakin masif dibutuhkan satu kebiajakan jarak sosial untuk pembelajaran di sekolah, maka siswa dapat belajar dirumah untuk membantu kesehatan dan membantu siswa. Dengan adanya kebijakan tersebut maka setiap provinsi atau kabupaten melakukan kebijakan jarak sosial dengan cara siswa belajar di rumah masing-masing, dan Pembelajaran harus dilakukan dengan pembelajaran jarak = jauh.

Pusdatin sebagai salah satu corong dalam bidang teknologi dan informasi milik kemdikbud dengan Portalnya belajar.kemdikbud.go.id sudah mengembangkan sumber belajar, kelas maya, laboratorium virtual dll. Dan saat awal kebijakan pembelajaran dirumah Pusdatin memiliki program unggulan yaitu Sapadrb dengan alamat: belajar.kemdikbud.go.id/sapadrb. Layanan sapadrb ini sebagai salah satu program unggulan pusdatin dalam rangka menang covid-19. Layanan sapadrb ini untuk melayani siswa di seluruh Indonesia pada jenjang sd, smp, sma / smk, dan juga layanan khusus untuk slb. Sapadrb ini menggunakan program webex saat proses pembelajaran melalui konferensi video yang dapat diselesaikan dan disetujui di youtube.

Sementara narasumber untuk sapadrb ini DRB 2017 s / d 2019 yang bahu-membahu sedang diadakan kelas online. Program ini telah berlangsung selama 2 (dua) minggu berjalan, pembelajaran jarak jauh melalui  video  (vicon) mampu menyedot perhatian siswa. Siswa dari berbagai jenjang mulai SD hingga SMA dan SMK maupun SLB terlibat interaktif. Pembelajaran dengan durasi 90 menit tersebut dibagi dalam sesi presentasi, tanya jawab, dan simpulan. Selama kegiatan berlangsung proses interaksi siswa terjalin baik dengan narasumber, moderator dan tuan rumah. Program pembelajaran Sapadrb ini menjadi solusi pembelajaran jarak jauh dalam kampanye pendistribusian Covid-19. (Rio)