Pelatihan IFP bagi 45 Guru TIK Kabupaten Gunungkidul Digelar di SMP Negeri 2 Wonosari
Wonosari — Sebanyak 45 guru TIK dari sekolah-sekolah di Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan Pelatihan dan Pengimbasan Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia ( Kemendikbud RI) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan SMP Negeri 2 Wonosari.
Peserta kegiatan merupakan guru-guru TIK dari 45 sekolah terundang yang sebelumnya telah menerima bantuan IFP dari Kemendikbud. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan perangkat IFP dapat berjalan optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital di sekolah.
Kegiatan pelatihan menghadirkan Wahyu Atmaji dan Yudananto dari Kemendikbud sebagai narasumber utama. Keduanya menyampaikan materi pengimbasan pemanfaatan IFP melalui Learning Management System (LMS), yang mencakup pemahaman Program Prioritas Pemerintah Presiden Prabowo, pengertian dan fungsi IFP, strategi pemanfaatan IFP dalam pembelajaran, serta panduan pelaksanaan microteaching berbasis IFP.
Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, kegiatan ini dihadiri dan didampingi oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Kabid SMP Subroto, S.Pd., M.M., Kasi Sarpras SMP Parmiyati,S.Sos Pengawas Dinas Pendidikan Bonijo, M.Pd., Kepala SMP Negeri 2 Wonosari Suhartati, M.Pd., serta pendamping kegiatan Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd. dari SMP Negeri 1 Wonosari, bersama Irawan dan Akhid dari bidang SMP.
Dalam sambutannya, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menegaskan pentingnya peran guru TIK sebagai motor penggerak transformasi digital di sekolah, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan bantuan IFP dari pemerintah agar tidak hanya menjadi sarana, tetapi benar-benar terintegrasi dalam proses pembelajaran.
Kegiatan pelatihan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Guru-guru TIK tidak hanya mendapatkan penguatan konsep, tetapi juga panduan teknis dan praktik yang dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing. Diharapkan melalui pelatihan ini, pemanfaatan IFP di Kabupaten Gunungkidul semakin merata, inovatif, dan berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran.







