Gunungkidul – 17 Juni 2026. Dalam upaya mendukung transformasi digital pendidikan, Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd., guru SMP Negeri 1 Wonosari, mendapatkan penugasan sebagai coach dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan pendampingan dan coaching di SD Muhammadiyah Unggulan Karangmojo serta SD Negeri Ngampon, Gunungkidul.

Kegiatan coaching dilaksanakan bersama Widyaprada BPMP DIY, Bapak Legiman, M.Pd., sebagai bagian dari program pendampingan satuan pendidikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan Platform Indonesia Digital (PID) dan ekosistem Rumah Pendidikan. Program ini sejalan dengan upaya BPMP DIY dalam memperkuat transformasi digital pembelajaran dan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan berbagai platform pendidikan digital.

Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan koordinasi dan diskusi bersama kepala sekolah, PIC pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta beberapa guru yang terlibat dalam implementasi program digitalisasi sekolah. Pendampingan difokuskan pada beberapa aspek penting, antara lain:

  1. Penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanfaatan Platform Indonesia Digital di sekolah.
  2. Pelatihan teknis penggunaan platform untuk mendukung proses pembelajaran dan administrasi pendidikan.
  3. Pendampingan penerapan konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) dalam pengembangan media pembelajaran digital yang kreatif dan sesuai kebutuhan peserta didik.
  4. Optimalisasi pemanfaatan Karya Kreatif Anak (KKA) sebagai wadah publikasi hasil karya dan inovasi peserta didik.
  5. Penguatan penggunaan fitur Ruang Murid pada Rumah Pendidikan sebagai sarana belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kompetensi peserta didik secara mandiri.

Sigit Suryono menyampaikan bahwa coaching ini bertujuan tidak hanya mengenalkan teknologi kepada guru, tetapi juga memastikan bahwa platform yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Transformasi digital di sekolah tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat dan aplikasi, tetapi juga perubahan budaya kerja, kolaborasi, serta kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Widyaprada BPMP DIY, Legiman, M.Pd., menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui penguatan peran PIC dan komunitas belajar di sekolah agar praktik-praktik baik yang telah dilakukan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi seluruh warga sekolah.

Melalui kegiatan coaching ini diharapkan SD Muhammadiyah Unggulan Karangmojo dan SD Negeri Ngampon semakin siap mengimplementasikan transformasi digital pendidikan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh praktik baik pemanfaatan Platform Indonesia Digital dan Rumah Pendidikan di Kabupaten Gunungkidul.