Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd Guru SMP Negeri 1 Wonosari Laksanakan Coaching Pemanfaatan Platform Indonesia Digital di SMP Negeri 3 Ngawen
Ngawen, 18 Juni 2026 – Dalam rangka mendukung percepatan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Gunungkidul, Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd., Guru SMP Negeri 1 Wonosari, mendapatkan penugasan sebagai coach dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan kegiatan coaching dan pendampingan di SMP Negeri 3 Ngawen.
Kegiatan coaching dilaksanakan bersama Legiman, M.Pd. sebagai bagian dari program pendampingan satuan pendidikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan Platform Indonesia Digital (PID) dan layanan Rumah Pendidikan. Program ini merupakan salah satu upaya BPMP DIY dalam memperkuat implementasi digitalisasi pembelajaran di sekolah melalui pendampingan langsung kepada guru dan tenaga kependidikan.
Dalam kegiatan tersebut, tim coaching berdiskusi dan berkoordinasi dengan kepala sekolah, PIC pemanfaatan Karya Kreatif Anak (KKA), serta sejumlah guru yang terlibat dalam implementasi program digitalisasi sekolah. Pendampingan dilakukan secara langsung melalui paparan materi, praktik penggunaan platform, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di sekolah.
Materi coaching berfokus pada beberapa aspek utama, yaitu:
- Penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanfaatan Platform Indonesia Digital di sekolah.
- Pelatihan teknis penggunaan berbagai fitur dalam ekosistem digital pendidikan.
- Pendampingan penerapan konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) dalam pengembangan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
- Optimalisasi pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai sarana publikasi karya peserta didik.
- Penguatan pemanfaatan Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan sebagai media belajar mandiri, kolaboratif, dan interaktif bagi peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit Suryono menyampaikan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya perangkat dan aplikasi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkannya secara optimal.
“Melalui coaching ini, guru diharapkan tidak hanya mampu menggunakan platform digital, tetapi juga dapat mengembangkan media pembelajaran yang menarik, berbagi praktik baik, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.”
Sementara itu, Legiman, M.Pd. menekankan pentingnya kolaborasi seluruh warga sekolah agar pemanfaatan platform digital dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para guru aktif berdiskusi mengenai strategi implementasi digitalisasi pembelajaran, pengembangan konten pembelajaran, serta pemanfaatan berbagai layanan yang tersedia pada Rumah Pendidikan. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat budaya inovasi dan literasi digital di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan coaching ini, SMP Negeri 3 Ngawen diharapkan semakin siap mengoptimalkan pemanfaatan Platform Indonesia Digital dan Rumah Pendidikan sehingga mampu mendukung terwujudnya pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.




