Hari ke 2 | TOT Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digital Pembelajaran 2026: Guru Perkuat Strategi Pengimbasan dan Inovasi Pembelajaran Berbasis AI
Tangerang, 3 Juli 2026 – Kegiatan pendampingan dan penguatan pemanfaatan Program Digitalisasi Pembelajaran (PID) Tahun 2026 hari ini difokuskan pada penyusunan strategi pengimbasan yang efektif agar pemanfaatan perangkat digital di sekolah dapat berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Pada sesi pembelajaran, peserta diajak memahami overview materi pelatihan sebagai fondasi sebelum melaksanakan pengimbasan di sekolah masing-masing. Pemateri menekankan pentingnya menyusun strategi yang sistematis dalam mengelola Program Digitalisasi Pembelajaran (PID), mulai dari perencanaan, pemanfaatan perangkat, hingga evaluasi pelaksanaan.
Salah satu materi yang mendapat perhatian besar adalah penyusunan video pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI). Melalui pemanfaatan teknologi AI, guru didorong untuk menghasilkan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, serta mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar.
Selain itu, peserta juga mempelajari delapan langkah pengelolaan perangkat digital, yang bertujuan agar seluruh sarana digitalisasi pembelajaran dapat dimanfaatkan secara maksimal sekaligus tetap terawat dengan baik. Pengelolaan yang tepat diharapkan mampu memperpanjang usia pakai perangkat serta menjamin keberlanjutan program digitalisasi di sekolah.
Materi berikutnya membahas strategi pengaturan waktu yang efektif dalam pelaksanaan pengimbasan PID. Peserta berdiskusi mengenai teknik menyusun jadwal, menentukan prioritas materi, serta memilih metode penyampaian yang efisien sehingga seluruh guru sasaran dapat memperoleh pemahaman secara optimal dalam waktu yang tersedia.
Dalam sesi pengimbasan, peserta juga memperoleh panduan mengenai optimalisasi pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026. Penekanan diberikan pada bagaimana setiap perangkat tidak hanya digunakan sebagai pelengkap pembelajaran, tetapi benar-benar menjadi media yang mendukung terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.
Kegiatan semakin menarik melalui sesi eksplorasi dan bedah Learning Management System (LMS). Peserta diajak mengenal berbagai fitur LMS secara lebih mendalam, mulai dari pengelolaan kelas digital, distribusi materi, pemberian tugas, penilaian, hingga pemantauan perkembangan belajar siswa. Dengan eksplorasi tersebut, peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai implementasi LMS dalam mendukung pembelajaran digital di sekolah.
Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu menyusun strategi implementasi yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Dengan demikian, Program Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 dapat diimbaskan secara efektif dan berkelanjutan, sehingga seluruh perangkat digital yang telah diterima sekolah benar-benar memberikan manfaat optimal dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.





